Angkoters Sejati Membawa Ini

Kata orang, hidup ini udah sulit, jangan dipersulit dengan banyaknya keluhanmu. Suwer deh nggak ngeluh meskipun setiap hari harus menikmati angkot. Iyes, hidupku berasa setia-selamanya-hingga-mau-memisahkan dengan angkot, tentunya. Pasti deh kalau ngebayangin angkot, lebih banyak ngebayangin berbagai hal yang membuat pikiran kita segera memutuskan “Naik angkot? Nggak banget”. Ya gimana dong, bisanya naik angkot ya wajib disyukuri. Daripada jalan kaki?

Keuntungan menggunakan jasa angkot, sebetulnya ada keuntungan jika melihat sisi lain. Karena angkot, aku dapat menulis draft tulisan blog, kontes, atau tulisan untuk ikutan proyek buku (karena nunggu angkot terlalu lama), aku dapat gosip ter-HOT, terpanas badai cetar karena sering satu angkot sama anak – anak SMA yang suka gosip artis – artis ternama dan nggak jarang suka ngelucu gak jelas di dalam angkot (menirukan gayanya syahrini, menirukan ala – ala standup comedy yang berakhir dengan garing) mendapatkan petuah – petuah hidup, karena nggak jarang juga satu angkot sama ibu – ibu atau orang yang sudah sepuh (biasanya dicurhatin masalah iuran sekolah naik, anaknya yang bosen sekolah, harga BBM naik) Hingga pandangan politik ala warga Indonesia karena nggak jarang juga pegawai – pegawai pabrik yang dekat dari rumah, naik angkot juga.

Kalau warga kota Jakarta ada istilah “Hidup dihabiskan di Jalan” kalau aku “Hidup dihabiskan di Angkot” ya beda tipislah.

Nggak mengelak, kalau naik angkot merupakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan yang sudah naudzubillah ini, tapi ya perlu perbaikan, apalagi kondisi angkot yang masih belum “menggoda” penumpang untuk menggunakan angkot, apalagi suka nunggu penumpang di pinggir jalan sampai lamaaa, kalau sudah gini, aku harus menyiasatinya agar nggak mati kuti nunggu angkot maupun terjebak macet di angkot :

 

1. Bawa buku.

Aku tipe orang yang nggak terbiasa baca buku saat kendaraan lagi melaju, suka pusing. Kalau baca, ya pas kendaraan sedang berhenti. Membaca buku bukan sekadar untuk menghabiskan waktu menunggu angkot, tapi untuk nyicil resensi buku di blog buku yang aku punya. Bawa buku nggak tebal – tebal amat sih, kira – kira buku yang aku bawa antara 200-300an halaman.

Bagiku wajib hukumnya bawa buku bagi yang menggunakan jasa angkutan umum, sibukkan diri daripada pikiran kosong yang mengundang orang untuk berbuat jahat (gendam, nyopet, dll).

IMG_20150206_082517

2. Air putih.

Karena nunggu angkot terkadang di tempat – tempat banyak debu dan polusi, wajib deh bawa air putih biar kesehatan tetap terjaga, apalagi kalau sudah siang hari yang menyengat, bawa air putih dari rumah di botol yang cukup besar, atau malah bawa botol kecil plus bawa air putih yang kemasan itu. Aku termasuk orang yang nggak kuat nahan haus. Laper boleh, haus jangan.

3. Tisu atau sapu tangan.

Menyambung di nomor 2, memang derita banget lah kalau nunggu angkot eh ketiban kena debu yang menumpuk. Membiasakan bawa sapu tangan atau tisu biar nggak kucel wajahnya.

4. Permen.

Siapa saja yang naik angkot, nggak akan bisa diprediksi. Terkadang ada yang baru saja dari pasar bawa ikan, sayu, dll. Atau penumpang kantoran yang wanginya semerbak. Jaga – jaga bawa permen jika aroma dari penumpang bikin kepala pusing plus nyut – nyutan, bawa permen yang mint atau segar – segar. Aku nggak terbiasa bawa kayu putih, malah bagiku kayu putih bikin tambah mual. Lebih baik siap sedia permen aja.

 

Sesungguhnya angkoters sejati merupakan pejuang terhebat di medan jalan raya..

 

 

 

Mimpi Sekarang. Action, Now!

Hal yang gratis saat ini dan bisa dinikmati berkali – kali adalah bermimpi. Beneran deh, karena banyak yang bilang, “Nggak ada yang gratis di dunia ini, mau ke toilet aja bayar.” Nah, mumpung bermimpi itu gratis, bermimpilah sampai kenyang!

Menjalani satu hari, pastinya berawal dari sebuah mimpi, hari ini menyenangkan maupun biasa – biasa saja tergantung apa yang kita mimpikan. Mimpi hanya sekadar mimpi jika mimpi itu hanya tergeletak di atas bantal, sedangkan mimpi bakalan menjadi kenyataan jika mimpi itu kita bawa dalam pundak kita kemanapun kita pergi.

Ah.. kalau ngomong itu mudah, kalau dijalani pasti sulit.

Iya sih, emang bener kalau hanya ngomong doang semua orang juga bisa. Tapi, dari sebuah ucapan yang dilandasi oleh sebuah niat, insya ALLAH sebuah ikhtiar mati – matian untuk mewujudkan sebuah mimpi, tak terkecuali mimpi yang saat ini masih aku pegang.

Berawal dari iseng – iseng berjualan di sekolah, jualan coklat di kelas, meski untung hanya sedikit tapi menimbulkan rasa puas tersendiri. Hingga berlanjut ke jenjang perkuliahan, memiliki tim penjualan yang terdiri dari beberapa teman – teman, hingga proposal kewirausahaan diterima dan masuk ke tingkat Universitas, meskipun akhirnya tidak lolos untuk tinggkat nasional. Berjalan beberapa tahun, akhirnya harus berhenti karena teman – teman banyak yang memutuskan untuk bekerja di sektor formal. Sedangkan aku ingin sekali berwirausaha walaupun seorang diri.

Awalnya memiliki tim, kemudian berdiri sendiri memang terasa beratnya, biasanya ramai – ramai mikul beban, eh sekarang sendirian. Mulai dari nol, modal yang masih tersisa untuk kulak’an lagi alias menjadi reseller ini itu. Kenyang sebenarnya dan tapi masih ada rasa lapar yang entah apa namanya.

Jika bisa jualan dagangannya orang, seharusnya bisa dong bikin produk sendiri.

Iya, itu pikiran yang terlintas. Mengapa nggak mencoba jualin dagangan sendiri, menjadi produsen. Pertama kali yang aku lakukan adalah mencari “Fokus” ini berkaitan dengan branding itu sendiri, kalau fokus di salah satu bidang yang kita tekuni, konsumen akan dengan cepat mengenal produk kita.

Kemudian mencari passion, sesuatu yang dilakukan dengan passion, insya ALLAH tidak akan menjadi beban, mudah saja mencari passion, karena dekat sekali dengan keseharian kita. Akhirnya memutuskan untuk membuat produk crafting dengan fokus ke sesuatu yang berkaitan dengan organizer. Jujur saja, aku orangnya suka yang suka segala sesuatu tersusun rapi.

Mulai mencari ide dan aplikasi, semua ini memang gampang – gampang susah, karena harus menciptakan yang “Aku banget” ya berbekal dari pengalaman plus riset kecil – kecilan yang harus menjadikanku peka. Jadi, aku sudah dapat :

1. Fokus.

2. Passion

3. Ide

4. Aplikasi.

Setelah keempat itu, waktunya untuk action! Yup, minggu ini melakukan action yang bikin deg – degan, dimulai dari mebuat tas, dompet organizer dengan cita rasa “personal” dari aku sendiri. Sudah aplikasi yaitu berupan desain – desain “kasar” produk, mau jahit ini – itu.

Ssssst…. sengaja belum bocorin nama produknya, karena masih rahasia.

Garis besarnya yaitu crafting (handmade) dan Organizer. Nah itu yang perlu digali lebih dalam lagi, agar Bulan Maret atau April sudah bisa meluncurkan dan semoga bisa diterima di masyarakat.

Persaingan memang ketat, apalagi di dunia ini tidak ada yang baru, semua hanya bersifat inovasi, semakin diri kita memiliki ciri khas yang unik, akan semakin membekas di ingatan mayarakat manapun. Semoga tidak ada aral melintang, meskipun tidak dipungkiri, modal masih sesak di dada juga (hehehehe) tapi bukan alasan untuk berhenti berkarya.

 

 

 

 

 

Perfect Match, Perfect Love

Bulan Februari bulan yang penuh cinta, tepat rasanya jika kita berbagi cinta dengan orang terkasih. Pilihan tepat untuk cinta yang aku berikan adalah Ibu. Cinta seorang Ibu sepertinya tidak bisa diukur, lebih luas dari samudera, lebih tinggi dari gunung dan lebih dalam dari lautan. Ibu, tempat aku kembali dari segala rasa penat dari segala aktifitas, hanya dengan pelukkannya, aku kembali kuat menghadapi dunia. Ibu, yang tak pernah lelah untuk selalu memaafkan aku dan tangan terbuka ibu membuatku tak ingin beranjak dari dekapannya. Tak heran jika cinta Ibu, long lasting.

Ibu yang memiliki dua puteri yaitu aku dan kakak pertama memiliki dunia yang warna – warni, kedua anak gadis yang suka berlama – lama di cermin, membuat Ibu senyum – senyum kecil melihat setiap gerak – gerik kami. Mulai dari berdandan ala princess atau memakai gaun – gaun kecil yang cantik.

Kini, aku dan kakak beranjak dewasa, suka sekali join peralatan make up. Ternyata Ibu juga mellihat keasyikan tersendiri bermake up cantik bersama puterinya, kadang satu peralatan make up untuk bertiga, kadang aku tak sungkang untuk pinjam peralatan make up yang Ibu punya, begitu juga sebalinya. Kita suka sekali pinjam make up hingga pinjam baju maupun aksesoris yang kita punya. Jangan salah loh, selera fashion maupun make up kita bertiga beda – beda tipis, suka sekali aplikasi warna – warna make up. Tapi, sayangnya Ibu masih saja berkutat dengan warna – warna natural, seperti warna cokelat, nude, baige dan sejenisnya. Padahal warna – warna cerah pantas juga kok kalau di-match dengan warna natural.

Maka dari itu, aku ingin memberikan make up dari make over agar Ibu memulai untuk aplikasi make up dengan warna – warna cerah dengan warna natural.

1. Make Over Perfect Matte Eye Shadow Pallete.

Alasan untuk memberikan Eye shadow pallete, yang pertama adalah warna – warna yang diberikan oleh brand Make over ini sangat cocok untuk segala umur, tidak mencolok namun warnanya segar. yang kedua selain bisa menjadi eye shadow, cocok juga loh untuk blush on. Jadi, paket lengkap ini multi fungsi, sekali menyelam minum air. Hemat tapi tetap cantik maksimal.

Make Over Perfect Matte Eye Shadow Pallete

 

2. Make Over Liquid Lip Color Pink Punch

Yang kedua masih produk make over karena warna dan teksturnya menggoda dan lembut. Warna pink yang tidak mencolok cocok untuk digunakan sehari – hari atau pada saat pesta. Ibu yang masih suka dengan warna baige, pasti suka dengan pink yang masih senada dengan beige tapi ditambah sentuhan yang lebih feminim.

Make Over Liquid Lip Color Pink Punch

 

Dengan kedua produk make over yang bisa dibeli di blibli.com. Rasanya nggak sabar untuk memberikan kepada Ibu dan siap beraksi untuk bermake up cantik atau bahkan aku dan ibu bisa make up match dengan tema valentine. Perfect Match, Perfect Love. Can’t Wait!

 

Tulisan ini sedang diikutsertakan dalam kompetisi yang diadakan oleh Blibli.com dengan tema #BlibliWeekofLove (Sari Widiarti. Email : kontak.sari@gmail.com , facebook : Sari Widiarti, twitter : @MentionSari, IG : @mentionsari)

 

 

Ada Tangan yang Misterius

Bersedekah, banyak sekali alasan untuk kita bersedekah. Dimulai dari tuntunan agama yang mengharuskan kita berlomba – lomba pada kebaikan pun untuk alasan kemanusiaan, baik yang bersedekah maupun yang menerima sedekah mendapatkan tujuannya masing – masing.

Ilmu bersedekah lebih banyak aku dapatkan dari pengalaman daripada dari buku, maklum ya kalau baca – baca buku suka “Baca hari ini, besok lupa” karena itu pengalaman – pengalaman yang didapatkan dari keseharian membuat pemahaman akan sedekah dapat bertambah.

Ada yang mengutip sebagian hadist jika lebih baik bersedekah itu secara diam – diam, ibaratnya tangan kanan memberi, usahakan tangan kiri tidak melihatnya. Tapi, ada juga yang mengutip sebagian hadist bahwa dibolehkannya sedekah secara terang – terangan dengan tujuan untuk memberikan contoh kepada orang lain. Nah, bagaimana dengan aku? Untuk sementara ini, aku lebih memilih sedekah secara diam – diam. Mungkin, suatu saat nanti jika sudah menjadi Ibu, pasti melakukan sedekah secara terangan – terangan di depan anak – anakku, dengan tujuan anak – anak juga ikut melakukan kebaikan. Anak – anak harus diberikan contoh mulai dari orangtuanya.

Karena saat ini sukanya bersedekah secara diam – diam alias tidak mengumbar ke publik, tapi kali ini mau bercerita sedikit tentang bersedekah yang aku lakukan. Agar nantinya juga sebagai catatan diri sendiri jika nantinya khilaf dan lupa akan bersedekah karena mata berkilau akan harta, semoga tulisan ini juga sebagai teguran untukku.

Aku yang terbiasa pergi dan pulang naik angkot, begitu juga kalau mau ke Malang untuk belajar, harus menggunakan bis. Kehidupan terminal sudah akrab di kehidupanku. Saat itu, Hari Sabtu harus pergi ke Malang karena ambil arsip, karena tidak menginap aku berusaha urusan di Malang selesai sebelum sore.

Seperti biasanya menunggu bis yang bisa dibilang tumben banget bis Surabaya – Malang lamaaaa sekali. Suasana terminal Surabaya sudah berbenah, tidak ada calo – calo yang suka narik tangan penumpang seenak udelnya, dan sudah ada tempat khusus untuk perokok meskipun belum maksimal penggunaannya.

Akhirnya, aku duduk di bis patas dengan AC yang cukup dingin. Tak selang beberapa lama, ada seorang pengamen wanita. Sempat heran, pengamen wanita ini kok bersih. Maksudnya penampilannya tidak seperti pengamen yang cenderung (maaf) berpenampilan seperti preman. Suaranya juga merdu, tidak seperti menyanyi yang asal – asalan, dan bau tubuhnya juga lumayan wangi. Aku pun tidak segan untuk memberikan uang lembaran ijo ke pada pengamen wanita itu dan wajahnya sumringah, berkali – kali mengucapkan terimakasih kepadaku.

Rasanya melewati hari itu di Malang seperti melewati satu minggu. Urusan untuk arsip rasanya kok ya ada aja halangannya, yang angkot menuju kampus lama banget plus bikin pusing, pulpen ketinggalan, hampir diserempet motor, padahal jelas – jelas aku nyebrang jalan saat tanda untuk pejalan kaki warna ijo, mau makan siang eh warungnya tutup, akhirnya beli pecel, eh pecelnya kemahalan plus rasanya biasa saja. Tepat jam 4 sore aku sudah berada di terminal Arjosari, Malang. Diiringi dengan perasaan penat yang teramat.

Sampainya di rumah, keluarga lagi asyik berdiskusi tentang masalah kerjaan kakakku. Yang aku dengar sih, salah satu nasabahaya ada yang mengisi data fiktif dan ternyata juga bermasalah dengan salah satu developer. Dan untungnya permasalahan yang bikin cenut – cenut dapat diselesaikan pada hari itu, semuanya lega termasuk aku. Mungkin, hari ini aku diberikan hari yang penuh “tantangan” meskipun katanya banyak orang bersedekah dapat menolak bala yang mendatangi kita. Tapi, aku bersyukur jika ALLAH memberikan salah satu “tangannya” untuk mempermudah urusan saudaraku yang kadar kesulitannya lebih tinggi daripada urusanku.

Urusan pahala bersedekah seberapa beratnya dan kapan dibalas, itu merupakan urusan sang Ilahi, sepatutunya kita hanya berbuat baik (besedekah) dengan niat baik dan tak berburuk sangka.

 

giveaway 1

PLN Dalam Genggaman

Kebutuhan akan listrik, memang menjadi kebutuhan primer yang wajib dipenuhi, dan sebagai penunjang kelancaran aktifitas sehari – hari. Pernah kan mengalami listrik mati tiba – tiba di pagi hari, dan bisa ditebak dampak dari listrik di pagi hari, terjadi sebuah drama tak berkesudahan, mandi hanya gosok gigi, sisanya dilanjut dengan mandi parfum karena harus irit air buat anggota keluarga yang lain, lupa kalau seragam belum di setrika, makannya hanya roti atau air putih doang, karena gak bisa masak di rice cooker, dan masih banyak lagi drama horror jika listrik mati pada saat jam sibuk atau saat malam hari ketika mengerjakan tugas di rumah. Efeknya gak hanya saat listrik itu mati tapi pastinya pelanggan PLN ingin didengar keluhannya, akibatnya, pasti banyak lonjakan “suara konsumen” berupa keluhan di sosial media, salut deh buat admin PLN yang menjawab satu persatu keluhan dari masyarakat. Sebagai pelanggan memang mengharapkan pelayanan yang memuaskan dari PLN sebagai penyedia kebutuhan listrik.
Mengeluh memang mudah, apalagi dengan kemudahan bersosial media, semua keluhan tumpah ruah. Tapi, mengeluh saja tidak menghasilkan jalan keluar. Sebagai masyarakat Indonesia, apalagi pelanggan PLN ingin menyumbang ide untuk PLN lewat tulisan blog ini, yaitu ide agar PLN berada dalam genggaman, yaitu adanya aplikasi PLN di smartphone. Masyarakat yang sudah melek internet sangat banyak, masyarakat yang melek internet umumnya menginginkan kecepatan informasi yang mereka dapatkan, maka diciptakannya aplikasi PLN di smartphone, setidaknya dapat memuaskan pelanggan akan kecepatan informasi PLN. Ketika aku search aplikasi PLN di android, memang sudah ada aplikasi PLN (entah memang itu benar dari PLN atau pihak ketiga) tetapi aplikasi tersebut hanya berupa kemudahan untuk membayar tagihan listrik, dan sebenarnya bisa dikembangkan lagi untuk memuaskan pelanggan. Berikut aplikasi yang bisa dikembangkan :

 

white
1. Bayar tagihan.
Tentunya fitur ini sangat dibutuhkan oleh pelanggan agar menghemat waktu, dengan sekali klik dan bayar lewat bank yang sudah ditentukan, pelanggan tidak perlu antri untuk membayar tagihan listrik.
2. Info TDL.
Nah, info Tarif Dasar Listrik ini yang sekarang menjadi hot topic, karena setiap beberapa bulan sekali PLN akan menaikkan TDL, tentunya pelanggan ingin informasi yang cepat dan jelas berupa daftar TDL yang baru, agar nantinya pelanggan bisa mempersiapkan anggaran atau penghematan listrik dari jauh hari.
3. TOKEN
Keberadaan TOKEN (voucher PLN) ini sangat efektif untuk menghemat pemakaian listrik, voucher tersedia mulai dari Rp.20.000 hingga Rp.100.000. Selama ini ada dua pembayaran TOKEN yaitu melalui Bank yang bekerjasama dengan PLN dan loket pembayaran. Nah, namanya juga manusia biasa, pastinya pelanggan lupa untuk membeli voucher dengan pelbagai alasan mulai dari kesibukan hingga waktu untuk mengisi ulang sudah larut malam. Untuk mengatasi hal tersebut, boleh loh mengadaptasi cara pembayaran vocher PLN seperti membeli pulsa, yaitu dengan cara deposit. Pelanggan bisa membayar deposit sebesar Rp.100.000 tetapi untuk membeli TOKEN bisa terserah pelanggan, misalnya membeli Rp.20.000, jadi sisanya yaitu Rp.80.000 bisa disimpan dan dipergunakan lagi jika voucher sudah habis.

pln
4. Info PLN.
Info PLN ini bisa info tentang pemadaman listrik, video kreatif tentang cara menghemat listrik, info perusahan dan lain sebagainya. Untuk info pemadaman likstrik, tentunya pencarian akan lebih mudah jika ada pilihan per wilayah di Indonesia.
5. Daftar BANK.
Untuk menghindari penyalahgunaan nama PLN dari pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa diinformasikan daftar bank dan nomer rekening PLN untuk mentransfer bayar tagian maupun voucher PLN.
6. Saran dan kritik.
Untuk meningkatkan performa PLN, pelanggan bisa menggunakan fitur ini, bisa berupa saran yang bermanfaat, keluhan tentang belum tersedianya aliran listrik untuk desa tertentu, maupun saran yang lain. Untuk fitur ini, lebih baik jika ada berupa insentif untuk pelanggan yang memberikan saran terbaik untuk PLN, bisa memberikan voucher PLN secara gratis atau bentuk insentif lainnya sebagai penghargaan untuk Best cuctomer .

Semoga ide ini dapat bermanfaat untuk kemajuan PLN.

Apaan sih ini?

Kejadian ini aku melihat secara langsung di sebuah restoran berkelas di salah satu pusat kota. Seperti biasa, semua pasangan pastinya menghabiskan Sabtu malam dengan suasana romantis. Kalau melihat pasangan yang sempurna yaitu Pria tampan dan Wanita cantik, pasti semua iri, ya termasuk aku. Tapi, apakah di dunia ini ada kesempurnaan? Termasuk pasangan sempurna? Aku mencoba terus berpikir, namun kemudian datanglah seorang (atau mungkin seboneka) beruang Tedi. Tampaknya Tedi tidak suka Pria tampan dan Wanita cantik  bersama yang menimbulkan atmosfer romantis. Kemudian, aku mendengar apa yang mereka ucapkan.

 

Tedi : “Jadi gini, gue gak suka lo jalan sama cowok ini!”

Wanita cantik : “Terus, mau lo apa?”

Pria tampan hanya bengong dengan berjuta tanya.

Tedi : “Setiap malam, lo nangis gara – gara dia kan? Tapi apa yang kulihat sekarang? Lo berduaan sama cowok yang selalu buat lo nangis?”

Wanita cantik : “Dengar! Sekarang ulang tahun gue, jangan rusak acara gue!”

Tedi : “Bukan gitu, tapi tujuan gue ke sini karena mulai detik ini gue gak mau hanya jadi boneka lo yang selalu  jadi tumpahan air mata lo! Gue akan merebut lo dari cowok tampang bego ini!”

Wanita cantik : “Coba aja kalau berani.”

Dan sama seperti saat mereka mulai bicara, Pria tampan hanya bengong mencoba mencerna situasi di depannya.

Sayangnya aku tak medengar perdebatan mereka hingga selesai. Ya, seperti biasa, kekasihku harus mengantarkanku ke rumah sebelum jam dua belas malam.

jumlah kata : 222

Tes Blog

Halooooo…

my name is sari 😀

%d bloggers like this: