Monthly Archives: March 2015

Anak Muda Wajib Cegah Penyakit Jantung

“Muda foya – foya, tua kaya raya, mati masuk surga”

Pernah nggak mendengar kalimat atau jargon seperti itu, lucu juga ya kalau hidup semudah itu. Kalau masih muda, memang sih penginnya foya – foya, hidup serba instan, mau keluyuran dari pagi sampai tengah malam, nggak ada yang melarang. mau makan apa saja, minum apa saja langsung dilibas, “mumpung masih muda”, begitu katanya.

Justru pemikiran jika muda foya – foya bisa berdampak buruk untuk hari tua. Ibaratnya, masih muda justru harus pintar berinvestasi, agar hari tua nanti dapat hidup nyaman. Investasi tak hanya sekadar materi saja, tetapi juga investasi kesehatan. Terlihat sepele, namun manfaatnya saat kita menjaga kesehatan sangatlah besar. Mau dong, saat tua nanti, kita masih kuat menggendong cucu, masih mampu berlari pagi dengan keluarga, dan tidak mengeluh dengan berbagai penyakit yang menghinggap saat tua. karena semakin tua tubuh akan semakin rentan terhadap penyakit.

Gaya hidup anak muda merupakan salah satu faktor utama untuk berinvestasi terhadap kesehatan. Bagaimana tidak, tempat nongkrong anak muda sudah menjamur saat ini, tidak hanya di pertengahan kota saja, melainkan di pinggiran kota pun banyak berjejeran tempat nongkrong yang menjajakan makanan – makanan yang entah berapa kandungan gizi. Banyak yang menjual makanan berlemak, menggunakan pengawet dan perasa buatan, ditambah lagi atmosfer tempat nongkrong yang dikelilingi angin malam dan asap rokok, akan memperburuk kesehatan kita.

Menurut wikipedia Indonesia, gaya hidup yang tidak sehat, tidak mengontrol asupan makanan, merupakan salah satu faktor penyakit jantung. Masih banyak faktor lainnya yang dapat mengundang penyakit jantung, yaitu Merokok, tekanan darah tinggi, kegemukan, stress, diabetes, dan masih banyak lagi.

Lantas langkah apa yang kita lakukan untuk mencegah penyakit jantung, khususnya bagi anak muda ?

memang sih semua yang dilakukan untuk mencegah penyakit jantung, harus dimulai dari niat untuk menjaga kesehatan, dan cara – cara sederhana dengan beralih dari gaya hidup buruk ke gaya hidup sehat, cara mudahnya adalah sebagai berikut :

1. Rajin berolah raga ringan, seperti jalan cepat maupun lari – lari kecil di sekitaran rumah.

2. Membiasakan diri untuk banyak minum air putih, ketimbang meminum minuman dengan banyak perasa.

3. Sedia bekal, memang sih bagi anak muda kalau bawa bekal, kesannya ribet. Tapi, lebih menguntungkan membawa bekal, karena kita tahu bahan – bahan yang kita masak adalah bahan – bahan sehat. Mulai saja dengan membawa bekal buah – buahan segar atau membawa bekal salad buah.

4. Jaga pola tidur, jangan tidur larut malam, agar tidak terlalu memaksakan tubuh untuk berkegiatan berlebih, tubuh juga perlu istirahat.

Lantas bagaimana jika kita sudah terkena jantung koroner? Disebutkan di dalam blog terapi ozon, jika penderita jantung koroner akan melakukan ring jantung untuk menahan pembuluh darah agar tidak menyempit, dan harganya pun relatif mahal. Ada alternatif jitu dengan terapi jantung, yaitu terapi ozon apheresis. Mekanisme dari terapi ozon apheresis adalah darah pasien dialirkan ke sebuah tabung untuk diberi ozon, lalu dialirkan kembali ke dalam tubuh pasien (sumber : blog terapi ozon). Tak perlu cemas, karena menggunakan zat alami ozon.

Untuk melakukan terapi ozon, dapat dilakukan di Klinik Terapi Jantung STANMED CENTER Preventive Medicine – Anti Aging Medicine yang terletak di Kebayoran baru – Jakarta. Stanmed center juga telah bekerjasama dengan Russian Association Of Ozone Therapy.

 

skema proses apheresis. Sumber : stanfordcenter.com

 

 

 

“Tulisan ini diikutikan dalam Giveaway Terapi Ozon yang disponsori oleh ‘Stanmed Center’ Klinik Kesehatan dan Kecantikan”

Angkoters Sejati Membawa Ini

Kata orang, hidup ini udah sulit, jangan dipersulit dengan banyaknya keluhanmu. Suwer deh nggak ngeluh meskipun setiap hari harus menikmati angkot. Iyes, hidupku berasa setia-selamanya-hingga-mau-memisahkan dengan angkot, tentunya. Pasti deh kalau ngebayangin angkot, lebih banyak ngebayangin berbagai hal yang membuat pikiran kita segera memutuskan “Naik angkot? Nggak banget”. Ya gimana dong, bisanya naik angkot ya wajib disyukuri. Daripada jalan kaki?

Keuntungan menggunakan jasa angkot, sebetulnya ada keuntungan jika melihat sisi lain. Karena angkot, aku dapat menulis draft tulisan blog, kontes, atau tulisan untuk ikutan proyek buku (karena nunggu angkot terlalu lama), aku dapat gosip ter-HOT, terpanas badai cetar karena sering satu angkot sama anak – anak SMA yang suka gosip artis – artis ternama dan nggak jarang suka ngelucu gak jelas di dalam angkot (menirukan gayanya syahrini, menirukan ala – ala standup comedy yang berakhir dengan garing) mendapatkan petuah – petuah hidup, karena nggak jarang juga satu angkot sama ibu – ibu atau orang yang sudah sepuh (biasanya dicurhatin masalah iuran sekolah naik, anaknya yang bosen sekolah, harga BBM naik) Hingga pandangan politik ala warga Indonesia karena nggak jarang juga pegawai – pegawai pabrik yang dekat dari rumah, naik angkot juga.

Kalau warga kota Jakarta ada istilah “Hidup dihabiskan di Jalan” kalau aku “Hidup dihabiskan di Angkot” ya beda tipislah.

Nggak mengelak, kalau naik angkot merupakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan yang sudah naudzubillah ini, tapi ya perlu perbaikan, apalagi kondisi angkot yang masih belum “menggoda” penumpang untuk menggunakan angkot, apalagi suka nunggu penumpang di pinggir jalan sampai lamaaa, kalau sudah gini, aku harus menyiasatinya agar nggak mati kuti nunggu angkot maupun terjebak macet di angkot :

 

1. Bawa buku.

Aku tipe orang yang nggak terbiasa baca buku saat kendaraan lagi melaju, suka pusing. Kalau baca, ya pas kendaraan sedang berhenti. Membaca buku bukan sekadar untuk menghabiskan waktu menunggu angkot, tapi untuk nyicil resensi buku di blog buku yang aku punya. Bawa buku nggak tebal – tebal amat sih, kira – kira buku yang aku bawa antara 200-300an halaman.

Bagiku wajib hukumnya bawa buku bagi yang menggunakan jasa angkutan umum, sibukkan diri daripada pikiran kosong yang mengundang orang untuk berbuat jahat (gendam, nyopet, dll).

IMG_20150206_082517

2. Air putih.

Karena nunggu angkot terkadang di tempat – tempat banyak debu dan polusi, wajib deh bawa air putih biar kesehatan tetap terjaga, apalagi kalau sudah siang hari yang menyengat, bawa air putih dari rumah di botol yang cukup besar, atau malah bawa botol kecil plus bawa air putih yang kemasan itu. Aku termasuk orang yang nggak kuat nahan haus. Laper boleh, haus jangan.

3. Tisu atau sapu tangan.

Menyambung di nomor 2, memang derita banget lah kalau nunggu angkot eh ketiban kena debu yang menumpuk. Membiasakan bawa sapu tangan atau tisu biar nggak kucel wajahnya.

4. Permen.

Siapa saja yang naik angkot, nggak akan bisa diprediksi. Terkadang ada yang baru saja dari pasar bawa ikan, sayu, dll. Atau penumpang kantoran yang wanginya semerbak. Jaga – jaga bawa permen jika aroma dari penumpang bikin kepala pusing plus nyut – nyutan, bawa permen yang mint atau segar – segar. Aku nggak terbiasa bawa kayu putih, malah bagiku kayu putih bikin tambah mual. Lebih baik siap sedia permen aja.

 

Sesungguhnya angkoters sejati merupakan pejuang terhebat di medan jalan raya..

 

 

 

%d bloggers like this: