I Love You

Tik..tok..tik..tok..

Detak jarum jam seakan mewakili jantungku yang degupannya semakin lama semakin melambat. Tubuhku terserang hawa dingin yang dahsyat. Kulirik remote AC, ternyata masih cukup normal. Tetapi, mengapa aku merasakan hawa dingin yang menusuk tulangku.

Berkali – kali melirik jam dinding, entah apa yang aku pikirkan. Memberanikan diri untuk melangkah ke rumah ini. Sebenarnya cukup sering aku berkunjung ke rumah ini. Tetapi malam ini terasa berbeda, tetapi aku harus bisa menguasai diriku sebelum rencana yang telah aku susun jadi berantakan. Ya, aku pasti bisa.

Berkali – kali aku menggoyang – goyangkan kaki kananku untuk mengusir rasa cemas yang tak tentu. Berharap semua yang aku lakukan malam ini berjalan dengan lancar.

“Hai, sudah lama menunggu?” Sapa Mala.

“Wah, enggak perlu repot – repot Mal,” ucapku basa – basi.

“Ah, enggak kok Dit, kan cuma sirup melon doang, kesukaanmu kan?”

Aku tersenyum mendengar kalimat itu, ternyata Mala perhatian kepadaku. Mala mulai menyuguhkan satu gelas sirup melon dingin di depanku. Sedikit merapikan rok pendeknya, dia duduk di sebelahku. Iya, tepat di sebelahku. Kaki Mala terlihat jenjang ketika ia memakai rok pendek berwarna merah muda, sangat pantas dengan kakinya yang putih mulus.

“Ada perlu apa?” Mala membuka percakapan.

“Hmm.. anu, begini Mal. Kamu tahu kan kalau kita sudah kenal lama?” Aku sudah mengucapkan kalimat pertama. Mala berdehem lembut.

“Aku sayang sama kamu Mal,” entah setan apa yang merasukiku, seketika itu aku berani mengungkapkan perasaanku.

“Iya, Mala tahu. Mala juga sayang sama Adit,” jawab Mala singkat.

Mendengar jawaban Mala, aku tersenyum lebar. Mencoba meraih tangan mala yang lebih kecil dari tanganku. Aku ingin sekali mengucapkan jika aku mencintai Mala, bukan sekali tapi ingin berkali – kali aku ucapkan.

“Mala sudah anggap Adit sebagai Kakak. Adit selalu ada ketika Mala susah, Mala senang memiliki Kakak seperti Adit.” Ucap Mala sekali lagi dengan senyum simpulnya.

Seketika udara saat itu dingin berubah menjadi hawa panas yang menyengat lebih panas dari pada arang yang telah terbakar di perapian.

Advertisements

Tagged:

One thought on “I Love You

  1. Susanti Dewi February 7, 2014 at 9:57 am Reply

    hehe.. skak mat deh 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: